Thursday, March 27, 2008

Untitled

Tau persahabatan antara Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke ?. Atw mungkin pernah dengar kisah persahabatan mereka berdua ?. Mungkin pernah dengar selentingan, karena komik dan film kartunnya terkenal banget di Jepang dan di Indonesia. Yah, bisa dibilang klo berkaca ke kisah persahabatan Sasuke dan Naruto, aku bisa melihat hubungan persahabatan antara aku dengan teman-teman seperjuangan ku di kampus, terutama dengan seorang gadis yang sekarang sedang ”perang dingin” dengan aku.

Sasuke sangat menyayangi Naruto, begitu juga sebaliknya. Walaupun mereka berdua tidak pernah mengatakannya, tapi mereka berdua cukup tahu dan yakin dengan perasaan satu sama lain. Sasuke selalu menjelek-jelekan Naruto, mengintimidasi, dan terus-menerus mengejek Naruto adalah anak yang lemah dan cengeng. Naruto juga selalu menyindir Sasuke sebagai orang sombong, tidak tahu diri, senang mencari musuh, dan tidak berhati nurani manusia. Tapi sebetulnya dibalik kata-kata dan tingkah laku yang mereka keluarkan dan perlihatkan, jauh di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam mereka saling menghormati satu sama lain, saling percaya satu sama lain, dan peduli satu sama lain. Mereka berdua tergabung dalam tim yang bernama ”Team 7” bersama Haruno Sakura dan Hatake Kakashi. Tapi hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Naruto dan Sasuke hampir saja putus karena Sasuke yang saat itu sedang dalam keadaan dipenuhi amarah. Sasuke mengatakan pada Naruto bahwa lebih baik hubungan diantara mereka diputus sampai disini saja, tidak perlu diteruskan, dan biarkan Sasuke yang memutusnya. Padahal pada dasarnya hal yang dilakukan Sasuke adalah demi melindungi Naruto dari keinginannya membunuh sahabat terbaiknya demi membalaskan dendamnya terhadap sang kakak yang memberitahunya bahwa cara agar Sasuke dapat kuat adalah dengan membunuh teman terbaiknya. Mereka pun berkelahi hingga keduanya kelelahan. Saat itu Naruto pingsan karena mati-matian memperjuangkan Sasuke agar jangan sampai ia pergi meninggalkan semua yang disayanginya hanya karena keinginan memperolaeh kekuatan dan bujukan orang jahat semata.

Saat Naruto pingsan, Sasuke mendekati Naruto. Dengan muka yang sedih dan seperti ingin menyimpan baik-baik ingatan akan wajah sahabatnya itu didalam ingatannya, Sasuke berkata bahwa ia tidak akan pernah bisa dan tak akan pernah sanggup untuk membunuh sahabatnya sendiri, sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri, sahabat yang ia lindungi dan perjuangkan hidupnya agar menjadi orang lebih kuat. Setelah itu, Sasuke pergi ke tempat Orochimaru, tempat dimana akhirnya selama 2,5 tahun ia menimba ilmu dan memperkuat diri agar dapat menjadi orang yang lebih kuat, seperti Naruto. Sedangkan Naruto selama 2,5 tahun berjuang untuk menjadi lebih kuat dan lebih kuat agar bisa membawa pulang Sasuke kembali ke tempat dimana orang-orang yang disayanginya berada, jauh dari bahaya, dan yang penting kembali menjadi teman seperjuangan Naruto.

Walaupun tidak dijelaskan, tapi aku tahu sebetulnya bukan hanya Naruto yang merindukan Sasuke, tapi Sasuke pun juga terus merindukan sahabatnya itu, merindukan semua teman-temannya semasa di sekolah, serta merindukan kampung halamannya, Konoha. Tapi ia harus menahan rasa rindu itu agar ia bisa terus menimba ilmu di tempat Orochimaru.

Akupun juga begitu. Kami berlima adalah orang-orang yang dipertemukan oleh takdir dan keadaan yang sangat unik. Kami bertemu saat ospek kampus, kemudian menjadi dekat dan cocok satu sama lain, sehingga akhirnya jadilah kami seperti sekarang ini, berlima, tidak terpisahkan, dan kuat. Tapi ada satu peristiwa dimana semua mimpi indah dan persahabatan yang suci nan indah itu harus ternoda akibat pertengkaran yang melibatkan aku dan salah seorang sahabat terbaikku. Perkelahian kami sempat mereda tapi kemudian timbul lagi dengan alasan yang sampai saat ini aku sendiri pun belum menemukannya. Sangat sedih saat tahu bahwa aku kehilangan teman terbaik dalam hidupku. Ia pergi meninggalkan kami ber-empat, pergi seakan tidak ingin melihat kami lagi. Sama seperti waktu Sasuke pergi meninggalkan Naruto, Sakura, dan Kakashi. Mungkin alasan ia pergi meninggalkan kami ber-empat juga sama dengan Sasuke, agar bisa menjadi orang yang lebih kuat dan hebat dari dirinya yang sekarang. Aku selalu menantinya dan menunggunya sambil berusaha untuk membawanya pulang, pulang kembali kepada kami ber-empat, seperti yang dilakukan Naruto yang selalu ingin membawa pulang Sasuke ke Konoha.

Kadang aku melihat aku ini mirip Naruto, tukang mengeluh, bodoh, tidak tahu diri, berlagak kuat, padahal sebetulnya tidak ada apa-apanya dan masih butuh banyak belajar. Sedangkan sahabatku itu mirip Sasuke, orangnya keras, pintar, berani, dan dia punya tekad yang kuat dalam dirinya. Aku merindukan sahabatku itu sama seperti Naruto merin dukan Sasuke. Setiap hari, setiap hela napasku, setiap doa yang kuucap, setiap langkah yang kubuat, dan setiap waktu dimana aku sendiri, aku selalu memikirkannya, mengingatnya, berdoa untuknya, mengharapkannya kembali kepada kami, dan memikirkan bagaimana caranya agar benang kusut yang terbentang diantara kami berdua dapat diluruskan kembali. Entah kapan hal itu dapat terjadi, tapi aku percaya hal itu pasti terjadi. Seperti slogan iklan Adidas, impossible is nothing, dan aku percaya suatu saat nanti ia akan pulang, pulang kembali kepada kami sehingga kami bisa menjadi 5 sekawan lagi. Kembali menjadi 5 orang gadis yang bersama-sama menatap indahnya dunia, bersama-sama mengukir mimpi, dan bersama-sama melakukan hal yang gila dan menyenangkan lagi seperti yang biasa kami lakukan berlima.

Memang ada pengganti ia yang saat ini sedang pergi meninggalkan kami, tapi itu tidak pernah bisa mengisi kekosongan yang telah ditinggalkannya. Sama seperti Team 7 yang tidak pernah lengkap walaupun ada Sai yang mengisi tempat yang ditinggalkan Sasuke, tapi tetap saja Team 7 bukanlah Team 7 tanpa Sasuke disana. Begitu juga dengan kami, bukanlah Genkgong namanya bila ada satu yang hilang.

Aku selalu bertanya-tanya, apakah mungkin amarah yang begitu membara dapat mengalahkan rasa cinta, persaudaraan, dan persahabatan yang selama ini telah dibangun dan dipegang selama 2 tahun lamanya ?. Aku tidak pernah tahu dan tidak pernah menemukan jawabannya. Aku juga tidak pernah tahu apakah selama kami bertengkar ia pernah merindukan ku?. Pernahkah ia berpikir tentangku? Berpikir dan mengenang semua hal yang pernah kita lakukan bersama dan persahabatan yang ada ini ?. Pernahkah ia memikirkan ku? Memikirkan persahabatan kami? Memikirkan persaudaraan yang terjadi diantara kami?. Tuhan.. aku hanya ingin jawaban. Aku hanya ingin ia kembali, aku hanya ingin ia kembali memanggil namaku, aku hanya ingin ia kembali memelukku, tertawa bersama kembali, menggila bersama kembali, bercerita bersama kembali, seperti yang dulu selalu kami lakukan tanpa absen. Bisakah hubungan kami kembali seperti dulu disaat masalah ini tidak pernah terjadi ?

Tuhan... Seandainya aku diberi kekuatan untuk memutar balikkan waktu, aku ingin agar kejadian dimana kami berdua bertengkar dapat diperbaiki, sehingga pertengkaran ini tidak pernah ada, dan kami masih berlima, masih bergandengan tangan bersama-sama berlima menatap dunia dengan hati penuh harapan dan asa yang kami pupuk bersama, tanpa kekurangan apa pun.

Tuhan... Saat ini hatiku begitu pedih. Tak ada kata yang dapat menggambarkan perasaan pedih ini. Terlalu sedih untuk diungkapkan, perasaan kehilangan ini terlalu pedih untuk diceritakan.

Tuhan... Bahkan saat menulis di blog ini pun hatiku remuk, hancur, tersayat-sayat. Aku menangis karena beban hati yang tak tertanggung lagi ini begitu menghimpitku dan memojokkan ku ke dalam jurang kegelapan yang tiada akhir. Rasa sedih, rasa kehilangan ini kapankah berakhir dan berujung ?

Tuhan... Semoga di ulang tahunku yang ke-20 nanti akan ada keajaiban yang Kau selipkan disana. Semoga ada kado indah yang Kau berikan untukku, hadiah paling indah yang tidak mungkin dapat ku beli dan tidak ternilai dengan apapun. Semoga kami dapat berbaikan lagi dan berteman kembali seperti dulu lagi. Mungkin pengharapanku ini terlalu mengkhayal, tapi aku betul-betul berharap seperti itu.

Tuhan... Semoga aku dapat menjadi manusia yang lebih kuat, manusia yang lebih menghargai kehidupan, yang lebih menghargai orang-orang yang ku cintai, menjadi manusia yang baru yang telah belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah ku lakukan di waktu dulu. Aku memang bukan manusia yang sempurna, tapi aku akan berusaha menjadi orang yang sempurna di depan orang-orang yang kucintai, menjadi orang yang kuat dan selalu ada disaat orang-orang yang kucintai membutuhkan ku. Seperti Naruto yang semakin kuat dan kuat demi membawa pulang Sasuke, kembali kepada orang-orang yang disayanginya, seperti aku ingin membawa sahabatku pulang kembali kepada kami....





Tuhan... Namun apabila ia pergi meninggalkan ku dan teman-teman yang lain dengan alasan yang sama seperti Sasuke meninggalkan Naruto dan Konoha, maka aku akan ikhlas menerima keputusannya itu...

1 comments:

Choonit said...

masih
ada
secercah
harap
di ujung jalan

berlarilah

lalu
reguk
nyamannya
sinar
surga

Post a Comment